Panduan Lengkap untuk Orang Tua Mengajari Anak Berhitung

Education    4 months ago
Berhitung merupakan sebuah keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap aspek kehidupan berhubungan dengan angka dan perhitungan. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengajari anak berhitung. Ada beberapa cara mengajari anak berhitung sejak dini, Anda bisa menyimak contohnya berikut ini:


1. Mengenalkan lambang bilangan pada anak

Sebagai permulaan, orang tua bisa mengenalkan lambang bilangan. Tidak perlu yang terlalu rumit, cukup lambang angka 1-10. Buat anak familiar dengan lambang bilangan tersebut . Anda bisa membeli mainan berbentuk angka dengan warna-warna cerah untuk menarik perhatian anak. Anda bisa memulainya dengan meminta anak menghafalkan lambang bilangan berikut dengan pelafalannya.

Setelah anak sudah cukup familiar dengan angka serta pelafalannya, coba minta ia untuk mengurutkan angka dengan menggunakan mainan berbentuk angka. Tidak perlu terburu-buru apalagi memaksa anak untuk bisa segera menghafal lambang bilangan. Anak yang dipaksa untuk belajar berhitung justru akan susah menyerap apa yang Anda ajarkan.


2. Berhitung dengan benda yang ada di sekitarnya

Setelah anak sudah cukup paham dengan lambang bilangan serta pelafalannya, Anda bisa mulai mengajarinya berhitung. Cara mudah mengajari anak berhitung adalah dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti makanan. Saat Anda akan memberikan permen untuk anak, minta ia menghitung jumlahnya. 

Jika anak mampu menjawab dengan tepat, coba tambahkan jumlah permen. Ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan pertambahan. Namun, jika ia belum bisa, tidak perlu terburu-buru. Bisa jadi anak memang belum terlalu memahami konsep bilangan. Anda bisa mengulangnya perlahan-lahan.

Anda juga bisa memanfaatkan benda lain. Selain makanan, jari tangan juga bisa menjadi media termudah untuk berhitung. Misalnya Anda ingin mengajarkan anak berhitung pertambahan 2+3, minta ia menunjukkan dua jarinya dan kemudian tiga jarinya yang lain. Ajak anak hitung jari yang muncul, jika ia bisa menyebutkan jawaban yang tepat, ulangi kembali hingga paham.


3. Belajar lewat lagu

Selain menggunakan benda sebagai media pembelajaran, Anda bisa mengajari anak berhitung dengan lagu. Ada beberapa lagu yang bisa digunakan untuk belajar, misalnya “Satu Satu”, “Ayo Berhitung”, dan “Balonku”. Anak usia TK hingga SD biasanya lebih mudah menyerap pelajaran yang disampaikan dengan lagu, terlebih jika diulang-ulang.

Lagu “Satu Satu” misalnya, mengenalkan anak tentang deret bilangan, mulai dari 1-3. Sedangkan lagu “Balonku” bisa digunakan untuk mengajarkan pengurangan pada anak. Dengan mengajak anak bernyanyi lagu-lagu berhitung tersebut, konsep menghitung sederhana pun bisa lebih melekat pada otaknya.


4. Hindari proses yang terlalu cepat

Setiap anak jelas memiliki kemampuan yang berbeda-beda, termasuk kemampuan untuk memahami angka dan berhitung. Anda mungkin mendengar seorang anak kerabat sudah bisa memahami pertambahan dan pengurangan, sehingga menjadikannya ukuran. Padahal si kecil sendiri masih kesulitan memahami deretan angka.

Anda tidak perlu terpancing dengan kemampuan anak-anak lain. Belajar berhitung bagi anak memanglah sebuah proses yang panjang. Jangan pernah terburu-buru dalam mengajari anak tentang angka dan berhitung. Apabila anak memang terlihat belum paham, ulangi hingga ia paham. Hindari proses belajar yang terlalu cepat karena hanya akan membuat anak merasa bingung saat belajar berhitung.

Bagi anak-anak, belajar berhitung mungkin terasa menyulitkan. Namun sebenarnya dengan mengikuti cara mudah mengajari anak berhitung di atas, Anda bisa membuat anak lebih mudah belajar berhitung. Dengan sedikit kreativitas dan kesabaran, si kecil pasti bisa berhitung.