Kebiasaan Sederhana yang Dapat Melatih Kemampuan Bicara Anak

Education    3 months ago

Memasuki usia 24 bulan atau dua tahun, anak mulai belajar untuk berkomunikasi dengan cara berbicara. Mereka pun mulai bisa berbicara dengan kosakata sederhana. Sebagai orang tua penting bagi Anda untuk melatih kemampuan berbicara tersebut. Khususnya dalam menambah kosakata. Ada beberapa cara melatih anak bicara yang mudah untuk Anda lakukan bersama-sama. Apa sajakah? Berikut ulasannya.


1. Berbahasa dengan baik

Cara melatih anak bicara yang paling awal adalah mengajarkannya bahasa dengan baik. Jelaskan mengenai sesuatu apa saja dan dimana saja Anda berada dan apa yang sedang dilihat. Anda pun bisa menjelaskan apa yang diminati oleh anak setiap harinya. 

Sebagai contoh jika anak tersebut suka dengan buah-buahan. Maka, ketika mengajaknya ke luar seperti membeli sesuatu dan ketika berada di meja makan kenalkan benda tersebut melalui bahasa. Semisalnya saja dengan mengatakan “Ini jeruk, rasanya manis dan ini jeruk yang rasanya asam”. Ulangi kata yang sama sekitar empat kali dalam satu maupun dua detik. Otomatis, anak akan mengingat kata-kata tersebut. Atau ajarkanlah dengan perkataan lainnya seperti berhitung atau menghafal huruf.


2. Selalu bercerita dan ajukan pertanyaan

Anak-anak suka dibacakan cerita, maka dari itu Anda pun bisa mengajarkan bahasa dan meningkatkan kemampuannya dengan bercerita. Cara melatih anak berbicara seperti ini bisa dilakukan dengan membacakan buku cerita yang sesuai usianya. Hal tersebut akan memberi stimulus pada anak dan mereka juga akan mendapatkan banyak kosakata baru.

Tidak hanya membacakan lewat buku saja, bercerita juga bisa dengan melihat kejadian di sekitar saat Anda keluar bersama buah hati. Pada saat liburan ke kebun binatang misalnya, Anda bisa menceritakan mengenai hewan-hewan yang ada dengan cara unik. Jangan lupa untuk memancing pengetahuan anak dengan memancingnya melalui pertanyaan-pertanyaan.


3. Komunikasi dua arah

Terkadang masih ada orang tua yang menerapkan pola komunikasi dengan cara baby talk. Cara melatih anak bicara seperti ini cenderung membuat komunikasi tidak berjalan dua arah dan hanya didominasi oleh orang tua. Selain itu, pola komunikasi baby talk dirasa sulit untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak.

Hal tersebut karena orang tua lebih menganalogikan apa yang dilihat daripada menceritakan apa adanya kepada anak. Semisalnya saja ketika Anda dan anak melihat seekor kucing, Anda mengatakan bahwa itu adalah ‘pus’. Anak akan terbiasa dengan ungkapan tersebut ketika melihat kucing, maka sebaiknya Anda perlu mengatakan jika itu adalah kucing.


4. Jangan lupakan gestur

Komunikasi non-verbal pun memiliki pengaruh dalam menumbuhkan pemahaman anak ketika Anda melatih kemampuan bicaranya. Oleh karena itu, jangan lupakan gestur tubuh. Sebisa mungkin gunakan gestur seperti mengarahkan, menggoyangkan anggota tubuh seperti melambai menari dan sebagainya. Memang, hal seperti ini terlihat sepele bahkan lucu.

Namun, beberapa ahli parenting menyarankan agar Anda menggunakan gestur untuk mempertegas bahasa kepada anak. Selain membuat belajar bahasa semakin menyenangkan, anak juga semakin tertarik untuk mendapatkan kosakata baru ketika mengajarkannya dengan gestur. 


5. Seringlah mengajak anak bernyanyi

Mungkin menceritakan hal-hal seru kepada anak adalah cara tepat untuk meningkatkan kemampuan bahasanya. Namun, selain bercerita Anda bisa mengajarkan bahasa dengan mengajak anak bernyanyi bersama. Anak-anak biasanya sangat senang jika diajak bernyanyi.

Mulailah dengan bernyanyi syair yang riang dan pendek serta berulang-ulang. Lagu yang sederhana dan gampang akan mudah diingat oleh anak-anak. Dengan demikian anak juga akan mencoba menyanyikannya dan mencoba melafalkan kosakata baru.

Mudah bukan mengajarkan kebiasaan sederhana sebagai cara melatih anak bicara?