Lakukan 4 Cara Mengatasi Anak Cengeng Sebelum Terlambat

Education    5 months ago

Setiap anak memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada anak yang aktif, anak yang pendiam, ada juga anak yang cengeng. Sifat cengeng sebenarnya wajar ditemukan pada anak-anak karena mereka memang cenderung lebih mudah menangis. Namun, jika kuantitas menangisnya sudah berlebihan dan tidak terkontrol maka Anda harus mulai memikirkan cara mengatasinya,

Cara mengatasi anak cengeng mungkin tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi anak cengeng sebelum terlambat.


1. Pahami perkembangan kecerdasan emosional anak

Ada beberapa tipe kecerdasan pada anak, salah satunya adalah kecerdasan emosional. Pada anak yang cengeng, kecerdasan emosional ini sangat berpengaruh. Anak yang memiliki kecerdasan emosional baik cenderung mudah mengendalikan emosinya sehingga tidak mudah menangis. Oleh karenanya, agar anak tidak mudah menangis, Anda perlu memahami tingkat kecerdasan emosionalnya.

Coba kenali apa kira-kira yang membuat anak merasa senang, sedih, marah, hingga resah. Setelah Anda mengenalinya, bantu anak untuk mengenali dan mengendalikan emosi tersebut dan bagaimana cara mengomunikasikan yang tepat. Saat anak bisa mengomunikasikan perasaannya maka ia akan bisa mengekspresikan emosi secara tepat, tidak selalu dengan tangisan. 


2. Jangan membalas dengan amarah  

Saat melihat anak yang cengeng menangis meraung-raung tentu membuat kesabaran Anda teruji. Anda mungkin ingin langsung membalas tingkah anak dengan amarah atau bahkan langsung meninggalkan anak. Tindakan ini berpotensi disalahartikan oleh anak. Si kecil bisa menganggap Anda sudah tidak menyayanginya lagi.

Cara terbaik untuk menghadapi anak cengeng adalah dengan kepala dingin. Saat anak mulai menangis, langsung dekap tubuhnya. Setelah itu, sejajarkan posisi mata Anda dengan si kecil. Tanyakan dengan lembut apa kira-kira yang membuatnya menangis. Jika ia tidak langsung menjawab, tunggulah. Cara ini memang membutuhkan banyak kesabaran, tetapi lebih baik daripada memarahinya.


3. Hindari memberi reaksi berlebihan

Anda mungkin akan langsung memberikan reaksi saat anak menangis. Namun terkadang reaksi yang keluar menjadi berlebihan, misalnya langsung menuruti keinginan si kecil. Tepatkah tindakan tersebut? 

Ternyata, memberikan reaksi yang berlebihan saat anak menangis justru tidak disarankan. Selain membuat anak tidak langsung berhenti menangis, tindakan tersebut justru membuat anak cengeng semakin cengeng. Anak akan menganggap bahwa menangis merupakan alat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.  

Alih-alih memberikan reaksi berlebihan, sebaiknya Anda memberikan sikap yang netral. Dengan memberikan sikap yang netral, anak akan memahami bahwa menangis tidak selalu menyelesaikan masalah. Anak juga bisa memahami bahwa cara berkomunikasi yang baik adalah dengan berbicara secara jelas.


4. Arahkan anak untuk meluapkan emosi secara sehat

Ternyata, anak juga bisa menjadi cengeng karena tidak bisa meluapkan emosinya dengan tepat. Akibatnya, ia meluapkan emosinya dengan menangis. Jika ini yang terjadi pada anak Anda, coba arahkan ia untuk meluapkan emosinya secara sehat.

Anda bisa mencoba mengarahkan anak untuk meluapkan emosinya dengan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Untuk anak yang cenderung aktif bergerak, Anda bisa mengarahkannya untuk berolahraga. Sedangkan untuk anak yang tidak terlalu aktif, coba ajak ia membuat karya seni seperti menggambar atau membuat kerajinan. Dengan begitu, anak bisa lebih terarah saat meluapkan emosinya.

Anak yang cengeng memang sulit untuk dihadapi. Tidak jarang orang tua menghadapinya dengan amarah, padahal tindakan tersebut dapat berdampak buruk pada anak. Sebagai gantinya, Anda bisa menerapkan empat cara mengatasi anak cengeng yang telah disebutkan di atas.